
Kronologi Penangkapan Pelaku Penembakan di Lhokseumawe
Cerita Lesehan – Kronologi Penangkapan Pelaku, Polres Lhokseumawe berhasil menangkap AG, terduga eksekutor penembakan M Nasir di Gampong Alue Lim. Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam mengungkap kasus pembunuhan yang memicu perhatian publik.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menjelaskan bahwa AG ditangkap pada Kamis pukul 06.15 WIB di Bireuen. Peristiwa penembakan terjadi pada Senin dini hari saat korban didatangi dua pria, lalu sebuah mobil hitam berhenti sebelum dua letusan senjata terdengar.
Baca Juga: Rusia Tegaskan Tak Akan Serang NATO Kecuali Diserang
Motif kasus ini berkaitan dengan uang transfer Rp90 juta yang diterima korban pada 7 November 2025. Karena perselisihan soal pertanggungjawaban uang itu, korban ditembak dua kali. Polisi menyita pistol, selongsong peluru, amunisi, dan mobil Avanza putih.
Selain AG, empat pelaku lain berinisial RU, MJ, JL, dan IB kini masuk daftar pencarian orang. Mereka diduga ikut berperan dalam perencanaan, pendanaan, hingga dukungan terhadap aksi pembunuhan tersebut.
AG dijerat Pasal 338 KUHP serta UU Darurat No. 12/1951 dengan ancaman hingga 20 tahun penjara. Kapolres menegaskan komitmen polisi untuk mengusut kasus ini secara profesional dan meminta masyarakat tetap tenang serta tidak terpengaruh isu liar.
Kasus penembakan M Nasir semakin terang setelah polisi mengungkap bahwa konflik terkait uang Rp90 juta menjadi pemicu utama. Temuan ini memperkuat analisis bahwa perselisihan finansial kerap memicu tindak kekerasan serius.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menjelaskan bahwa pelaku AG menuntut pertanggungjawaban dana tersebut sebelum aksi pembunuhan terjadi. Penjelasan ini muncul setelah pemeriksaan intensif dan pengumpulan bukti di lapangan.
Baca Juga: Jerman Siapkan 150 Juta Euro untuk Persenjataan Ukraina
Tim forensik menemukan selongsong peluru kaliber 9 mm serta pistol yang diduga digunakan pelaku. Barang bukti ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penyidikan yang dilakukan secara profesional dan berbasis bukti.
Selain AG, polisi menelusuri keterlibatan empat tersangka lain yang masuk daftar pencarian orang. Mereka diduga memiliki peran penting dalam perencanaan hingga penyediaan fasilitas untuk melancarkan aksi kejahatan tersebut.
Polisi menegaskan komitmennya mengungkap seluruh jaringan kejahatan tanpa kompromi. Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati dalam transaksi finansial berisiko tinggi demi mencegah konflik yang dapat berujung pada kekerasan